Wakil Bupati Aceh Besar Hadiri Pembukaan Pendidikan Dayah Raudhatut Thalabah Ulee Titie Pasca Libur Ramadhan 1433 H

Pimpinan Dayah Ulee Titie

Pimpinan Dayah Ulee Titie

Wakil Bupati Aceh Besar Drs. H. Syamsulrijal, M.Kes Minggu(2/9/2012) ikut memberikan sambutan pada pembukaan pengajian di Dayah Raudhatut Thalabah dan Dayah Ulee Titie Desa Siron Kecamatan Ingin Jaya, menurut Wabub, sebenarnya Bupati Muchlis Basyah yang kerap disapa dengan Adun Muchlis berkeingin menghadiri kegiatan ini, berhubungan beliau ada kegiatan penting yang harus ia hadiri untuk mengambil penghargaan dari pemerintah tentang pendidikan anak cacat di Provinsi Bali.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Tgk.Irawan Yunus dari DPRK Jantho, Kasi Pekapontren kemenag Aceh Besar, unsur Muspika Ingin Jaya, Wakil Ketua MPU Aceh Tgk.H.Faisal Ali, Geuchik, kepala mukim dalam wilayah Ingin Jaya, pimpinan Dayah di Aceh Besar dan orang tua/wali pelajar serta undangan lainnya

Sebelum Wabub menyampaikan sambutannya, Pimpinan Dayah Raudhatut Thalabah Tgk. Ibrahim Usman , Waled yang panggilan harian untuk beliau mengatakan, kegiatan ini diawali peusijuek Mushalla  yang dibangun dengan bantuan wali pelajar dan para dermawan oleh Abu Athaillah selaku pimpinan Dayah Ulee Titie.

Waled dalam sambutannya meminta kepada pemerintah daerah yang dalam hal ini wakil bupati, kiranya memperhatikan sarana/prasaran bidang kesehatan seperti tersedianya tenaga medis alat transportasi pasien darurat berupa mobil ambulance di dayah ini. Menurut pimpinan dayah sarana itu sangat dibutuhkan mengingat jumlah santri yang belajar di dua tempat ini berjumlah lebih kurang 1500 orang terdiri 700 orang putra dan 700 orang putri dan dibimbing oleh 90 orang guru laki-laki dan 20 orang guru wanita. Dayah ulee titie sebagai tempat pemondokan putra dan Dayah Raudhatul Thalabah sebagai tempat pemondokan putri memiliki luas seluruhnya lebih kurang 5 hektar didukung parasan dan prasarana berupa Mushalla, asrama, ruang belajar permanen berlantai dua dan asrama putri  berlantai dua serta 16 unit rumah guru permanen bantuan Turki pasca gempa dan Tsunami tahun 2004.

Wakil Bupati Aceh Besar, dalam arahannya mengharapkan behwa keberadaan dayah sebagai tempat mendidik ilmu agama kepada anak tidaklah lepas dari tanggung jawab orang tua/wali pelajar itu sendiri, akan tetapi hal itu tanggung jawab kita semua, apalagi di Aceh Besar pada bulan Oktober 2012 akan dicanangkan belajar mengaji digampong-gampong sudah dapat diaktifkan kembali, papar Drs.Syamsulrijal.

Kedepan tahun 2013, kata wabub syamsulrijal imam meunasah digampong-gampong akan dibantu oleh teungku-teungku dayah untuk mendidik dan membina anak terutama dalam pengajian al-Quran terutama bagi pe4lajar di tingkat SD bahkan sampai ke SMA akan diberikan sedikit insentif bagi teungku-teungku dayah tersebut paling tidak seimbang dengan imam meunasah, tambah Wabub.

Menyangkut permintaan Waled Ibrahim tentang sarana kesehatan, Wakil Bupati Drs. Syamsulrijal  berjanji akan membicarakan hal itu kepada Dinas Kesehatan Aceh Besar dalam waktu dekat, dan menurut Wabub hal itu tidak tertutup kemungkinan juga akan diperhatikan dayah-dayah lain yang jumlah santrinya banyak, jelas Wabub.

Kegiatan pembukaan pangajian pasca Ramadhan ini diakhiri dengan taushiyah yang disampaikan oleh Abu H. Athaillah Ishak. Pada kesempatan itu abu Athaillah mengatakan , pendidikan agama pertama sekali merupakan tugas dan tanggung jawab orang tua terutama belajar baca Quran, hal ini kadang kita tidak pentingkan lagi dikalangan masyarakat. Akan tetapi hal ini baru terasa penting menurut Abu Athaillah jika kita akan mencalonkan diri sebagai Balon legislative, eksekutif yang kita lihat ketika uji baca Quran Balon Bupati/Wakil Bupati, Gubernur/Wakil Gubernur dan lain sebagainya.

Abu Athaillah dalam taushiyahnya juga menyampaikan bahwa kewajiban orang tua terhadap anaknya ada 3 perkara yaitu : pertama, member nama yang indah kepada anaknya karena nama itu wasilah pada bagusnya akhlak budi mulia. Kedua, memberikan atau mengajari al-Quran ketika anaknya telah mumaiyiz usia 7 tahun. Ketiga, mengawininya saat sampai usia nikah baginya.

Diakhir pembicaraannya, Pimpinan Dayah Ulee Titie mengharapkan dana insentif guru yang sudah beberapa bulan dudah ditandatangani tanda penerimaannya belum dapat dinikmati oleh guru dayah sampai saat ini, dan ia minta perhatian pemerintah kiranya dana tersebut dapat disalurkan dalam waktu dekat.

Setelah kegiatan inti hari ini yaitu pembukaan  pengajian pasca Ramadhan dilan jutkan dengan makan siang bersama dilantai satu ruang mushalla Dayah Raudhatul Thalabah dan menurut Waled panggilan bagi Tgk. Ibrahim Usman nanti ba’da shalat dhuhur para orang tua/wali pelajar akan duduk bersama untuk memikirkan pendidikan pelajar kedepan yang lebih baik. (Burhanuddin)

Tentang dayahinshafuddin

dayahinshafuddin
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s