Abu Ghaffar, Ulama Kharismatik Aceh Besar Meninggal Dunia

Innalillahi wa Innailaihi Rajiun…

(Gambar ketika dirawat di Rumah Sakit).

ABU GHAFFAR

ABU GHAFFAR

ABU GHAFFAR LHOKNGA

ABU GHAFFAR LHOKNGA

Tgk H Abdul Ghafar atau sering disapa Abu Ghafar atau Abu Lhoknga, meninggal pada Kamis (28/8) sekira pukul 10.00 WIB, di RS Fakinah Banda Aceh. Almarhum meninggalkan dunia yang fana ini pada usia 81 tahun.

Semasa hidupnya, Abu Ghafar aktif memberikan pengajian di seputar Banda Aceh dan Aceh Besar. Menurut kerabat dekat, almarhum dirawat sejak awal Ramadhan silam. Keluarga juga sempat membawa almarhum ke Penang, Malaysia. Awal Syawal, Abu Ghafar kembali dirawat intensif di RS Fakinah, hingga menghembuskan napas terakhir, kemarin.

Tampak melayat para ulama di seputaran Aceh Besar dan Banda Aceh. Juga tampak ratusan santri baik yang masih menuntut ilmu pada almarhum maupun para alumni pengajian Abu Ghafar. Mereka memenuhi pelataran rumah almarhum di Desa Lamkruet, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

Selain ulama dan ribuan warga, juga tampak melayat Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah, dan Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Daud Zamzami, yang ikut mengantarkan jasad almarhum ke pusaranya di halaman Rangkang Lhok (tempat almarhum memberikan pengajian kepada para santri dan masyarakat). Putra tertua Almarhum Abu Ghafar, Tgk Fuadi mengimami shalat jenazah Almarhum Abu Ghafar di Masjid Lhoknga, ba’da zuhur, kemarin.

Tgk Abdul Wahid Lhoknga, yang sering mendampingi Abu Ghafar mengatakan, semasa hidupnya Abu Ghafar mengajarkan antara lain, Tafsir Baizawi, Hidayatus Salikin, Sairus Salikin, dan kitab Tauhid. Abu Ghafar juga mengarang Nazam Itikeut 50. Ia yang gemar menulis buku agama itu kini sedang merampungkan buku Nazam Faraid, serta telah merampungkan buku Doa Shalat Tarawih lengkap. “Almarhum juga dikenal sebagai guree tarikat Yaasin dan tarikat Al Hadad,” tutur Abdul Wahid.

Almarhum Abu Ghafar memulai pendalaman ilmu agamanya pada tahun 1951 hingga 1959 di Gampong Blang Uleelheue pada Tgk H Makam. Setelah itu, Abu Ghafar melanjutkan pendidikan ke Pesantren Bustanul Huda Blangpidie pada Tgk Syech Mahmud, pada tahun 1959-1964. Saat ini Abu Ghafar adalah Imuem Chik Masjid Lhoknga di Desa Lamkruet.

Sehubungan dengan meninggalnya Almarhum, PB dan PC Persatuan Dayah Inshafuddin beserta seluruh pimpinan Dayah Menyampaikan rasa belangsungkawa yang sedalam-dalamnya dan kita do’akan semoga seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

PB.Inshafuddin(Admin)

Tentang dayahinshafuddin

dayahinshafuddin
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s