PB Inshafuddin

Persatuan Dayah Inshafuddin yang disingkat dengan INSHAFUDDIN adalah organisasi kemasyarakatan yang keanggotaannya terdiri dari seluruh Ulama sekaligus pimpinan Dayah di Provinsi Aceh. Organisasi ini berdiri sejak 4 Pebruari 1968 di Seulimeum Kabupaten Aceh Besar yang tujuan utamanya untuk membina dan mengembangkan dayah sebagai wadah yang menghimpun seluruh potensi umat dan menampung semua aspirasi yang muncul dan berkembang ditengah-tengah kehidupan mereka.

Sebagai suatu organisasi, Inshafuddin mempunyai missi yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Ini ditandai dengan kemampuannya dalam menyatukan persepsi para ulama terutama menyangkut dengan sikap dan derap langkah dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul, baik dalam skop kedaerahan maupun masalah-masalah yang berskala nasional. Lebih dari itu, Inshafuddin  disaat-saat dibutuhkan, telah mampu memberikan sumbangan pemikiran untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam rangka menciptakan tatanan ketahanan dan keamanan di Aceh.

Ulama Aceh telah menghadapi berbagai persoalan dan tantangan zaman sejalan dengan perubahan zaman itu sendiri. Dalam sejarah islam di Aceh telah ditunjukkan kepada kita bahwa ulama-ulama dayah di Aceh telah dipercayakan di berbagai bidang mulai dari sebagai teungku di dayah untuk mengajar dan memimpin dayah, tenaga skill untuk bidang-bidang pertanian dan kelautan, sebagai penasehat raja-raja sampai pada jabatan sultan sendiri dan para militer yang menjaga keamanan negara. Demikian juga pada masa peperangan melawan Belanda, teungku-teungku dayah telah tampil sebagai pemimpin dan panglima perang untuk mempertahankan Negara dari jajahan kaum kafir. Di awal masa kemerdekaan Indonesia dimana Aceh juga bergabung dengan Indonesia, sejumlah ulama masih dipercaya sebagai pemimpin-pemimpin bangsa baik sebagai pemimpin kemasyarakatan, tehnokrat-tehnokrat sampai pada gubernur dan gubernur militer. Demikianlah kita lihat ulama selalu saja tampil dengan berbagai posisi dalam rangka mengayomi masyarakat.

Dalam masa Indonesia merdeka, Aceh juga telah melewati beberapa masa pergolakan, mulai dari pemberontakan tahun 1946, peristiwa DI/TII 1953, pemberontakan PKI 1965, Gerakan Aceh Merdeka 1976-2005, masa reformasi dan masa transisi. Peristiwa itu semua seharusnya telah dapat dijadikan sebagai pondasi oleh para ulama dan juga komponen masyarakat lainnya dalam rangka menata ulang kehidupan bangsa di masa datang. Melihat pada lintasan-lintasan peristiwa yang telah dilalui oleh bangsa ini seharusnya ulama-ulama Aceh merumuskan kembali peranya dalam rangka mengarahkan anak bangsa  menuju masyarakat sejahtera yang bermartabat. Mungkin dalam rangka inilah ulama juga harus bekerja keras lagi bersama komponen masyarakat lainnya dan pemerintah untuk menciptakan situasi yang dapat mengarahkan terciptanya Negara yang sejahtera. Untuk ini diperlukan partisipasi semua pihak baik dalam membenahi lembaga pendidikan dayah maupun dalam merumuskan kembali dan memfungsikan peran ulama dalam masyarakat dan Negara.

Susunan Pengurus Besar Persatuan Dayah Inshafuddin (PB. Inshafuddin) dari periode pertama sampai saat sekarang sebagai berikut:

Abu Daud zamzami

Tgk. H. M. Daud Zamzami

Ketua Umum : Tgk. H. M. Daud Zamzami (1968 – 2004)

Abu Ismail Yacob

Drs.Tgk.H.Ismail Yacob

Ketua Umum : Drs. Tgk. H. Ismail Yacob (2004 – 2010)

Ketua Umum

Drs. Tgk. H. M. Daud Hasbi, M.Ag

Ketua Umum : Drs. Tgk. H. M. Daud Hasbi, M.Ag (2010 – Sekarang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s